Kujumpai dia di balik bukit kecil itu,
masih sama, iya seperti dulu.
berputar mengiringi derasnya air yang bertamu padanya.
tak kulihat sedikitpun dia letih berputar.
tak kutengok juga karat yang menyelimuti.
mungkin ini karena dia senang kedatangan mereka.
tamu-tamu yang setia tiap waktu menemani.
dia ibarat cermin kehidupan,
yang mewakili cerita tentang kita manusia.
mengibaratkan diri sebagai roda yang terus berputar.
namun untuk menjadi pemenang, kita mesti menjadi tangguh.
melihat hidup dengan mata terbuka,
menikmati dunia dengan hati yang tunduk pada kuasaNya,
menyaksikan keindahan dengan pikiran yang selalu dibalut cinta.
roda itu terus berputar,
berputar mengelilingi kehidupan.
meski sesekali merasa letih dan tau diri akan rapuh.
namun dia jadi mutiara bagi air disekitarnya.
seperti itulah kelak seharusnya kita berada.
meski letih dan rapuh pada gemerlap dunia,
namun cinta dalam hati akan menuntun pada indahnya menyelami iman.
karena kita roda mutiara,
yang menjaga cinta sebagai tamu yang akan kelak akan bermuara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar