lorong waktu itu serasa semakin dekat saja,
seperti ingin menarik tangan sembari berkata,
"ikutlah denganku menikmati syurga".
sayang, jiwa masih begitu rapuh.
tak sanggup menggenggam tangan,
tak sanggup menggapai rasa.
tanya pun hadir menghantui,
apa begitu banyak dosa yang tangan perbuat?
apa begitu banyak salah yang mulut katakan?
apa begitu banyak khilaf yang hati rasakan?
semuanya seakan meronrong diri untuk teriak,
namun saat jiwa ikut meronta,
suara kecil dari dalam hati mulai berbisik lembut,
wajar kita berbuat dosa, karena kita manusia
wajar kita salah langkah, karena kita dilimuti rasa
wajar kita khilaf dalam kata, karena kita sering terbuai cinta
tapi, apa harus kita menyerah begitu saja?
apa kita harus pasrah pada pilihan takdir yang ada?
sedang kita selalu punya ALLAH,
sedang kita mampu untuk merubah langkah,
sedang kita sanggup untuk terus berusaha.
jiwa, raga....
cinta, rasa...
suka, duka...
hidup, mati....
adalah bagian dari episode kehidupan manusia
tak ada yang mampu merubah,
melainkan kita berserah pada pemilikNya.
karena kita manusia,
karena kita BISA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar