Selasa, 04 Februari 2014

Letihnya rona pelangi

merah itu tak lagi tiba,
saat rintik hujan menyapa sang fana,
jingga itu tak lagi indah,
saat mendung menghias langit biru,
tak ada lagi pelangi
tak ada lagi rona yang mewarnai.


bak calon pengantin yang dinanti hati,
hadirnya selalu menjadi pusat perhatian insani,
warnanya yang begitu berbeda,
tiap lekuknya mengandung nilai keindahan yang sejati.

kini ia letih sendiri,
mungkin karena bagian dari cerita ILAHI,
hujan kini tak lagi berkawan pelangi,
mungkin karena bagian pengingat untuk hamba yang ingkar janji.
tak ada lagi pelangi,
tak ada lagi  kawan penghias langit yang cantik.

ini teguran,
ini sanksi TUHAN,
kita manusia yang tak lagi peduli,
membuat rona pelangi memudar dan pergi,

ia tlah lelah hadir memanja mata,
ia tlah peri meninggalkan rinai hujan,
ia tlah letih membagi rona penyejuk hati.

kita yang salah,
kita yang tak tau indah itu berharga,
barulah saat pelangi tak muncul menemani sang hujan,
kita merasa kehilangan pandangan.

pelangi pun lelah menghibur kita,
karena ulah yang tak lagi cinta dia,
pelangi tak lagi berwarna-warni
karena asalnya tlah tercemar oleh polusi,
pelangi pun letih hadir di waktu sepi, 
karena ronanya tak lagi mampu menghias langit.

Tidak ada komentar: