Rasanya lama sudah kuurai hitam mahkotaku,
tak tertutup, tak terlindung,
seperti boneka yang siapapun bisa mengelus indah rambutnya.
sayang, tak kusadari itu.
helai kain yang hanya membungkus tubuhku,
tak syar'i, tak seperti muslimah sejati,
bagai gitar yang molek bisa dipandang siapa saja.
sayang tak kusadari itu.
satu persatu peristiwa seakan mencolekku,
menghujam jantungku hingga sakitnya terasa.
tiap waktu membuatku malu,
akan tingkah dan diriku yang tanpa sadar mengumbar auratku.
kataku, ingin ikut mode,
tapi ternyata aku menjual kecantikanku.
kataku, ingin seperti putri,
tapi ternyata aku layaknya pajangan yang jadi hidangan para lelaki.
subhanallah,
astagfirullah,
hatiku mulai gelisah,
saat berjalan, tak lagi aman kurasa.
yang terdengar lirik-lirik menggoda dari penghuni jalan,
yang menyapa gombalan laki-laki yang seakan terpesona.
apa salahku ?
apa karena rambut menjuntai yang indah ini ?
apa karena tubuh molek penghias diri ini ?
apa karena angkuhku yang tak menjaga kehormatanku ?
Bismillah,
kuulurkan perlahan khimarku,
kutanggalkan pakaian pembungkus tubuhku,
menggantinya dengan kain panjang yang menutupi seluruh tubuhku.
kini yang terlihat hanya wajah dan telapak tanganku,
tak ada lagi hidangan penggugah mata kaum lelaki,
tak ada lagi mahkota yang terurai indah,
karena tlah kuulurkan hijabku,
bukti taatku pada TUHANku.
2 komentar:
selamat membaca :)
kini sudah ku ulurkan khimarku... mncoba memperbaiki apa yg slah pada diriku, membuatnya lebih siap bertemuNya :)
Posting Komentar