Senin, 27 Januari 2014

ALLAH pemilik cinta yang Sesungguhnya

CINTA, sering saja kita mengucapkan kata ini. memaknainya dalam, tanpa memahami hakikat di balik lahirnya. tak jarang, kita mengumbar kata CINTA pada lawan jenis. berkata yang manis agar cintanya kelak dipercaya. membuktikan dengan cara apapun agar cintanya kelak diterima. melakukan apa yang diminta agar cintanya kelak tak diragukan. itulah gambaran CINTA manusia. 


   Tetapi apa kita pernah berfikir sejenak, jikalau rasa CINTA kita tak lagi seperti yang dulu. mulai merapuh seiring waktu, mulai berganti saat bertemu yang lain, mulai terhapus saat hati disakiti.
yang terjadi adalah kita menangis, sedih yang luar biasa, sampai lupa diri dan menyakiti diri sendiri.
inilah CINTA manusia. Saat ujungnya pahit, akan menikam hati. Saat mulai ditinggalkan, gelisah menggerogoti diri. Saat akhirnya diabaikan, bunuh diri jadi pilihan sebagai bentuk penyesalan.


    Kita manusia memang makhluk ALLAH yang paling sempurna sekaligus paling lemah. di sisi lain, kita dianugrahkan rasa dan pikiran, untuk selalu mensejahterakan kehidupan, menyeimbangkan keinginan. namun di lain sisi, kita diberi ego, hati yang lemah, diri yang rapuh. untuk selalu mengingat kalau kita butuh ALLAH, TUHAN pencipta kita. hal ini pun kadang membuat kita lupa. coba kita tengok dalam diri kita, kekurangan apa yang menjadi hambatan dalam hidup kita. di luar sana banyak yang tak sempurna, namun menjadi luar biasa. tak memiliki anggota tubuh lengkap, namun mampu menjadi inspirasi banyak manusia. tak mempunyai hidup layak bak orang kaya, tetapi mampu menopang hidup keluarganya dan menyekolahkan tinggi anak-anaknya. seharusnya kita sadar, ini pukulan berat untuk kita yang sudah lupa. lupa akan hakikat kita tercipta di dunia.

    ALLAH SWT sering menguji kita dalam bentuk duka bahkan suka, tetapi apa kita pernah menerimanya sebagai bentuk rasa cinta ALLAH pada kita ?
jawabanya, cukup kita menyadari. saat suka menghampiri, yang ada malah muncul sombong, angkuh, riya', merasa paling sempurna, berfoya-foya hingga lupa mengingat ALLAH. tetapi apakah ALLAH murka pada kita? jawabannya jelas tidak. karena DIA memang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. seketika kita taubat, ALLAH mengampuninya dan memberikan kebahagiaan dalam hidup kita lagi. begitupun sebaliknya, saat ALLAH menguji kita dengan cobaan yang kadang hanya bersifat ringan, kita malah mengeluh dan tanpa sadar menyalahkan ketetapan ALLAH SWT. tetapi apakah ALLAH murka ? jawbannya pun juga tidak. karena sekali lagi, ALLAH Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

    inilah hakikat CINTA yang sebenarnya, cinta ya hanya ALLAH. pemilik siang, pencipta malam. memberi bahagia, menyelipkan ujian penguat iman. tak pernah ALLAH menutup pintu maaf untuk hambaNYa. meskipun beribu-ribu kali tlah diabaikan, ALLAH SWT tetap memberikan rahmat dan nikmat kebaikan.
ALLAH SWT adalah cinta yang sesungguhnya. memberikan warna yang berbeda untuk jalan hidup tiap hambaNYA. hanya kita yang taat dan yakin padaNYA, kelak mampu menajdi hambaNYA yang berada di garis depan menuju gerbang kebahagiaan yang sebenarnya.

     CINTA kita manusia adalah yang terbatas, karena saat terlupakan hanya ada amarah berselimut luka di dalamnya. namun CINTA Sang Maha Sempurna adalah yang paling mulia, karena saat kita lupa padaNYA, DIA tak henti memberi nikmat hidup pada kita.

Tidak ada komentar: